Demonstran menggelar aksi untuk menunjukkan sikap mereka terhadap APBA 2013 yang dinilai tertutup dan tidak pro-rakyat.
Firdaus yang bertindak sebagai koordinator aksi menuntut DPRA untuk bertindaktransparan dalam menyusun APBA.
“DPRA harus memberikan penjelasan tentang pengalokasian dana APBA yang tidak berpihak pada rakyat,” ujarnya.
Perwakilan mahasiswa pada rabu telah mencoba meminta draft APBA pada
hari Rabu (06/02/2013), upaya mereka mengalami kegagalan karena tidak
ada seorangpun anggota dewan yang berhasil ditemui. Kondisi tersebut
menunjukkan informasi di DPRA tidak dapat diakses publik.
Menurut Firdaus,
anggaran operasional Wali Nangroe bernilai 40 Milyar sangat tidak
rasional mengingat status hukumnya yang belum jelas. Firdaus juga
mengungkapkan kekhawatirannya terkait dengan penghentian anggaran
beasiswa pada tahun anggaran 2013.
Menurutnya, DPRA harus mengevaluasi APBA agar lebih berpihak kepada raktyat. Mereka memberi peringatan,
jika dalam satu minggu DPRA dan Eksekutif mengabaikan tuntutan tersebut,
mereka akan melakukan aksi lebih besar dan menduduki Gedung DPRA
(sumber: atjehlink)
+ opmerkings + 1 opmerkings
Good luck!
Plaas 'n opmerking